Mengisi... silahkan tunggu...

Para Abdullah Di Sekitar Rasulullah

Harga:
Rp.40.000
SKU:
PADRS
Berat:
200 Grams
Pengiriman:
Dihitung di checkout

Tambahkan ke Wish List

Klik tombol di bawah untuk menambahkan Para Abdullah Di Sekitar Rasulullah Ke daftar keinginan Anda.

Kuantitas:
Bookmark and Share


Deskripsi Produk

Para Abdullah Di Sekitar Rasulullah


Penerbit : Khazanah Intelektual

Penulis : HAERIAH SYAMSUDDIN

ISBN / EAN : 978-979-3838-60-1

Size : 13 x 20 x 0 (cm) 

 

Cetakan  : 1 (Juni 2013 M/Sya’ban 1434 H)
Halaman : x + 126

Seorang anak kecil siang itu tengah menggembalakan sekawanan kambing milik Uqbah bin Mu‘aith. Saat sedang menjalankan tugasnya, tiba-tiba ia melihat dari kejauhan dua orang lelaki datang menuju ke arahnya. Keduanya kelihatan sangat letih dan kehausan. Begitu tiba di dekatnya dan setelah memberi salam, salah seorang kemudian bertanya apakah ia mempunyai susu untuk menghilangkan dahaga mereka.

 “Maaf aku hanyalah seorang penggembala. Kambing-kambing ini bukan milikku sehingga aku tak bisa memberi kalian minum…,” dengan tegas remaja itu menjawab.

 “Apakah kamu punya kambing betina tua yang tidak lagi dikawini oleh salah seekor jantan?” tanya salah seorang lagi di antara mereka.

“Ada,” jawab remaja itu sambil bergegas mengambil kambing yang dimaksud dan bergegas memberikannya kepada lelaki yang bertanya tadi.

Ajaib. Seketika kantung susu kambing yang tadinya kempis itu mendadak penuh setelah orang itu mengusapnya. Temannya bergegas mengambil batu cembung untuk menampung susu yang dihasilkan kambing muda tersebut. Mereka bertiga kemudian meminum susu tersebut hingga kenyang. Setelah itu, lelaki itu kembali mengusap kantung susu kambing itu sehingga menjadi kempis seperti semula.

Itulah awal pertemuan Abdullah bin Mas‘ud, remaja pengembala dengan dua manusia mulia, Rasulullah Saw. dan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Pertemuan yang sangat membekas di hati Abdullah bin Mas‘ud.

“Ajarkan aku keajaiban yang pernah engkau tunjukkan,” pinta Abdullah bin Mas‘ud kala menemui Rasulullah usai peristiwa yang sangat membekas di hatinya itu. Peristiwa menakjubkan yang kemudian membuatnya mencari tahu siapa dua orang tersebut. Setelah mengetahuinya, Abdullah memutuskan untuk ikut bersama manusia mulia tersebut.

Berkah Pengajaran Rasulullah

Sejak saat itu, Abdullah bin Mas‘ud senantiasa mengikuti Rasulullah Saw. Dari Rasulullah ia belajar banyak hal. Tak heran jika kemudian Abdullah bin Mas‘ud tumbuh menjadi pemuda yang cerdas sesuai dengan perkataan Rasulullah bahwasanya ia nanti akan menjadi pemuda yang terpelajar.

Tentang kecerdasannya maka Rasulullah berkata, “Pelajarilah  Al-Qur’an dari empat orang, Abdullah (maksudnya bin Mas’ud), Salim (budak Abu Hudzaifah), Muadz bin Jabal, dan Ubay bin Ka‘ab” (H.R Tirmidzi). Abdullah sendiri meriwayatkan setidaknya mencapai  848 hadis.

 Abdullah bin Mas‘ud masuk Islam sebelum masuknya Rasulullah ke Darul Arqam. Ia juga mengikuti semua peperangan yang diikuti Rasulullah. Ia juga ikut bersama rombongan kaum Muslim berhijrah ke Habasyah sebanyak dua kali. Bahkan, dalam Perang Badar, ia juga menjadi salah seorang yang berhasil membunuh sang durjana, Abu Jahal.

Suatu hari, Abdullah bin Mas‘ud bermaksud mengambil sebatang ranting pohon untuk dijadikan siwak. Ketika berada di atas, tiba-tiba angin berembus sangat kencang sehingga tersingkaplah bagian bawah pakaiannya. Saat itu, terlihat kedua telapak kaki dan betisnya yang kecil. Para sahabat yang melihatnya seketika tertawa melihatnya.

 “Apa yang sedang kalian tertawakan?” tanya Rasulullah yang melihat sahabatnya sedang menertawakan sesuatu.

 “Kedua betis Abdullah bin Mas‘ud yang kecil, wahai Nabiyullah,” jawab sahabat.

”Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kedua betisnya itu di mizan nanti lebih berat timbangannya daripada Gunung Uhud.” ucap Rasulullah Saw. membungkam tawa mereka. (H.R. Ahmad)

Abdullah bin Mas‘ud yang berasal dari keluarga miskin memang berperawakan kurus lagi kecil. Sebelumnya, ia sempat merasa rendah diri karenanya. Namun, perkataan Rasulullah itu membuatnya kembali percaya diri. Apalagi, Rasulullah senantiasa menekankan bahwasanya yang dilihat oleh Allah nantinya bukanlah fisik, kekayaan, maupun kedudukan. Namun, hanyalah ketakwaan yang dapat mengantar seseorang menuju jannah-Nya.

Keberaniannya

Ketika sedang bersama Rasulullah dan para sahabat, ada yang berkata bahwa seandainya ada di antara mereka yang berani untuk memperdengarkan bacaan Al-Qur’an di hadapan kaum Quraisy dengan suara yang lantang. Mendengar hal itu, Abdullah bin Mas‘ud segera menyatakan kesediaannya. Namun para sahabat mencegahnya. Mereka khawatir karena hal itu akan membuat marah kaum Quraisy. Akibatnya, Abdullah bin Mas‘ud akan dianiaya, apalagi tidak mempunyai kaum kerabat yang dapat membelanya sekiranya hal itu terjadi.

Abdullah bin Mas‘ud tetap bersikeras. Ia pun berangkat menuju balai pertemuan, tempat berkumpulnya kaum Quraisy Makkah waktu itu.

 “Bismillahirrahmaanirrahim,” Abdullah naik di tempat yang tinggi dan dengan suara yang keras dan lantang membaca Surah Ar-Rahman.

Kaum kafir Quraisy yang sedang berkumpul merasa terkejut. Mulanya, mereka tak tahu apa yang dibaca oleh Abdullah bin Mas‘ud. Ketika menyadarinya bahwa apa yang dibaca itu sama dengan yang sering dibaca oleh Rasulullah, mereka pun menjadi marah. Seketika mereka bangkit dan memukuli Abdullah bin Mas‘ud yang masih meneruskan bacaannya. Dengan babak belur, Abdullah bin Mas‘ud kembali ke tempatnya semula.

“Inilah yang kami khawatirkan akan menimpamu,” ucap para sahabat menyayangkan keberanian Abdullah bin Mas‘ud.

“Sesungguhnya aku tidaklah takut. Kalau kalian mau, aku masih bersedia melakukan hal yang sama hari ini dan seterusnya,” tantangnya kembali.

Atas keberaniannya itu, Allah tidaklah menyia-nyiakan pengorbanannya. Abdullah bin Mas‘ud dikaruniai kemampuan membaca Al-Qur’an sebagaimana diturunkannya. Ia juga mampu memahami kandungan arti dan maksud dari suatu ayat. Oleh karena itu, Rasulullah memberikan pujiannya. “Barang siapa yang ingin membaca Al-Qur’an sebagaimana ketika Al-Qur’an itu diturunkan, maka bacalah sebagaimana cara membaca Ibnu Ummi Ibdin (Abdullah bin Mas‘ud)” (H.R. Ahmad).

Rasulullah juga sangat suka mendengarkan bacaan Abdullah bin Mas‘ud. Beliau pernah meminta Abdullah membacakan Al-Qur’an untuknya. Mulanya, Abdullah menolak karena sungkan. Bukankah Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah? Namun, karena Rasulullah mengatakan ingin mendengarkan Al-Qur’an dari orang lain, maka Abdullah pun menyanggupinya.

Abdullah pun membacakan penggalan Surah An-Nisa ayat 41-42. Abdullah tak lagi meneruskan bacaannya ketika Rasulullah mengatakan cukup dan di wajahnya meleleh air matanya.

Bertemu Sekawanan Jin

Satu lagi kisah menarik dari Abdullah bin Mas‘ud. Suatu ketika, Rasulullah mengajak para sahabatnya untuk bersama-sama menemui sekelompok jin yang telah beriman kepada beliau. Sekelompok jin tersebut meminta Rasulullah membacakan Al-Qur’an kepada mereka.

Ternyata, hanya Abdullah bin Mas‘ud yang mengikuti ajakan beliau. Mereka berdua kemudian berangkat menuju tempat yang tinggi yang ada di daerah Makkah. Setelah tiba, Rasulullah segera membuat garis dan meminta Abdullah untuk tidak keluar dari batas garis tersebut.

Setelah itu, Rasulullah meninggalkan Abdullah yang kemudian membaca Al-Qur’an sembari menunggu kedatangan Rasulullah. Saat itulah ia merasa dikerumuni oleh makhluk yang berjumlah sangat banyak. Mereka menghalanginya sehingga tidak dapat melihat keberadaan Rasulullah dan mendengar suaranya.

Akhirnya, setelah beberapa lama, sebagian besar makhluk itu pun pergi secara berkelompok laksana awan. Sebagian yang lain tetap tinggal hingga fajar mulai terlihat. Rupanya mereka adalah sekelompok jin. Mereka mendatangi tempat itu untuk belajar langsung kepada Rasulullah. Ketika semua telah pergi, maka Rasulullah kembali mendatangi Abdullah dan menanyakan apakah ia sempat tertidur selama menunggu tadi.

 “Tidak,” jawab Ibnu Mas‘ud

 “Sesungguhnya berkali-kali saya ingin meminta bantuan kepada orang-orang, tapi saya mendengarmu memberikan isyarat dengan suara tongkat kepada jin-jin itu agar mereka duduk.”

 “Bila engkau keluar dari garis itu, aku tidak bisa menjamin engkau selamat dari sambaran sebagian mereka.” Nabi Muhammad Saw. memberi tahu Ibnu Mas‘ud.

Akhir Hayatnya

Di masa Khalifah Umar bin Khattab, Abdullah bin Mas‘ud diangkat menjadi hakim dan pengurus kas negara di Kufah. Abdullah bin Mas‘ud adalah simbol bagi ketakwaan, kehati-hatian, dan kesucian diri.

Suatu hari, Abdullah bin Mas‘ud berkunjung ke Madinah. Sesampainya di sana, Abdullah bin Mas‘ud jatuh sakit dan setelah beberapa lama meninggal dunia. Ia pun dimakamkan di Baqi pada tahun 32 H. Salah satu sahabat yang ikut mensalatkan jenazahnya ialah Utsman bin Affan r.a.

***

Demikian satu dari kisah dalam buku ini. Selain kisah Abdullah bin Mas‘ud tersebut, masih banyak kisah Abdullah-Abdullah lain yang sangat menginspirasi.

Abdullah merupakan nama yang paling dicintai Allah. Dalam nama tersebut sesungguhnya terdapat kalimat tauhid, yaitu mengesakan Allah. Hal ini menunjukkan bahwa pemilik nama ini hanya mengakui bahwa Allah-lah yang menjadi satu-satunya sembahannya. Karena keutamaan nama inilah, tidak heran jika di kalangan para sahabat Nabi Muhammad Saw. terdapat sekitar 300 orang yang bernama Abdullah. Bukan hanya nama mereka yang begitu mulia karena menggambarkan penghambaan kepada Sang Pencipta-nya, para Abdullah di sekitar Rasulullah juga memiliki beragam kisah yang begitu menginspirasi.

Ada Abdullah yang sangat kuat beribadah, ada Abdullah yang meski tunanetra tapi mati syahid, ada Abdullah yang dijuluki sebagai bapak para dermawan, ada Abdullah yang merupakan pemuka Yahudi yang kemudian masuk Islam, ada Abdullah yang pakaiannya diganti dengan pakaian surga, ada Abdullah yang merupakan saudara sesusuan Rasulullah, dan ada pula Abdullah yang disebut-sebut sebagai manusia terbaik setelah Rasulullah Saw. Siapa saja mereka? Simak kisah selengkapnya di buku ini dan mungkin Anda akan terinspirasi untuk menamai anak Anda Abdullah.

Temukan Produk Serupa Menurut Kategori

Tulis review produk Anda sendiri

Ulasan Produk

Produk ini belum mendapat ulasan apapun. Jadilah orang pertama yang mengulas produk ini!


ecommerce indonesia